Informasi harga bahan bangunan terupdate bisa kunjungi www.harga-material.com Informasi Wisata bisa kunjungi www.carapiknik.com

Cara marking level pada patok setelah setting out bangunan

selamat sore guys...
Setelah sebelumnya saya membahas cara setting out pada bangunan berbentuk lengkung . pada kesempatan ini lagi-lagi saya membagi pengetahuan yang sebenarnya sangat gampang dilakukan tapi bagi surveyor pemula ya mungkin sedikit  susah. yang akan bahas hari ini adalah bagaimana melakukan leveling pada patok titik pondasi setelah setting out dilakukan atau istilah gampangnya memberi tanda elevasi lantai pada patok. biasanya sang kontraktor akan meminta anda untuk menentukan titik pondasi atau as bangunan sekaligus memberi tanda elevasi pada patok tersebut. Fungsi memberi tanda elevasi pada patok dimaksudkan untuk membuat bowplank. bowplank ini akan diberi benang yang saling menghubungkan. tinggi benang pada bowplank biasanya sudah sesuai dengan elevasi tanah yang akan ditimbun. untuk alasan ini lah mengapa patok yang ada ditengah-tengah akan diganti dengan benang yang saling menyilang. tak lain adalah agar pada saat proses penimbunan tanah patok tersebut tak hilang. oke langsung aja alat-alat yang digunakan apa saja.
  1. Alat waterpass atau theodolit
  2. rambu ukur
  3. Rol meter panjang
  4. Cat kayu dan kuas
seperti yang sudah saya sampaikan tadi cara ini sangat meudah dan singkat dilakukan. cara-caranya sebagai berikut.
  1. lihat pada gambar rencana berapa elevasi lantai yang direncanakan pada lantai tersebut. mungkin saja tidak semua lantai mempunyai elevasi yang sama.
  2. elevasi lantai pada gambar rencana biasanya diukur dari jalan atau dengan kata lain jalan mempunyai elevasi 0 meter. atau apabila digambar rencana ada acuan khusus sebagai 0 meter misalkan ada BM (Benchmark) atau CP (control point).Apa itu BM? penjelasannya di sini
  3. setelah mengetahui elevasi lantai berapa. misalkan elevasi lantai +0,7 m dari jalan. maka langsung saja dirikan alat waterpass atau theodolit disembarang tempat (yang bisa meneropong jalan dan titik-titik patok secara keseluruhan).
  4.  jangan lupa disetting terlebih dahulu nivo kotak dan tabung apabila menggunakan theodolit. 
  5. Apabila menggunakan theodolit silakan sudut vertikal diatur pada sudut 90 derajat PAS dan dikunci.
  6. Setelah alat sudah siap. sekarang saatnya nembak. asisten pengukur kemudia membawa rambu atau bak ukur ke as jalan sebagai 0 meter. 
  7. Surveyor membaca bacaan benang tengah pada rambu yang dipegang asisten di as jalan. misalkan BT= 0550 mm atau 0,55 m. setelah itu pembawa rambu langsung menuju ke titik patok yang akan diberi tanda elevasi.
  8. karena yang diinginkan elevasi lantai adalah + 0,7 meter dari jalan. maka thedolit harus membidik benang tengah pada BT patok= Elv lantai - BT jalan= 0,7-0,55= 0,15 m atau 0150 mm.
  9. surveyor harus membidik dan mempaskan BT= 0150 mm tanpa merubah sudut vertikal (sudut vertikal 90 derajat). caranya adalah pemegang rambu yang akan menaik turunkan rambu dibantu aba-aba dari surveyor. Apabila BT sudah pas ( = 0150) maka surveyor memberi kode pada pemegang rambu untuk memberi tanda pada patok yang berhimpit dengan permukaan bawah rambu . pemberian tanda bisa menggunakan cat dengan digaris dan ditulis elv.+0,7
  10. lakukan cara tersebut pada patok lain yang berbeda elevasi.
demikian sharing dari saya kali ini. cara ini merupakan cara yang biasa saya lakukan. apabila rekan-rekan punya cara lain yang lebih efisien bisa saling sharing di sini.


Blog, Updated at: 4:14 AM

5 comments:

  1. sangatt membantu diproyek saya pak

    ReplyDelete
  2. tengkyu gan.. sangat bermnfaat

    ReplyDelete
  3. terimalkasih pak. sgt berguna bwt saya.

    ReplyDelete
  4. terimkasih sudah mempercayakan kepada kami

    ReplyDelete
  5. klo BT as jalan = 0550m m dan level patok = 0150 mm, jadi beda tinggi antara jalan dan level patok hanya 40 cm, sedangkan rencana +70 cm dr jalan, gimana itu?

    ReplyDelete

Informasi Wisata