Informasi harga bahan bangunan terupdate bisa kunjungi www.harga-material.com Informasi Wisata bisa kunjungi www.carapiknik.com

Struktur organisasi proyek sistem swakelola

Struktur organisasi proyek sistem swakelola- Pada kesempatan ini saya akan berbagi informasi dan pengetahuan tentang struktur organisasi dari proyek dengan sistem swakelola. Mungkin anda sudah sering mendengar apa itu swakelola. Pada artikel sebelumnya berjudul Perbedaan sistem kontraktor dan sistem swakelola sudah dijelaskan bahwa swakelola merupakan salah satu sistem manajemen pelaksanaan proyek tanpa membawa badan hukum atau nama perusahaan kontruksi. Sedangkan kontraktor adalah badan hukum atau perusahaan kontruksi yang ditunjuk berdasarkan kontrak kerja untuk membangun proyek. Pada artikel ini akan sedikit dibahas mengenai struktur organisasi dari proyek dengan sistem swakelola. Pada kenyataannya memang berbeda antara kontraktor dengan swakelola dari segi struktur organisasi. 

Struktur organisasi proyek sangat diperlukan untuk mengatur garis intruksi dan komando agar sistem manajemen dapat berjalan dengan baik. Perbedaan yang sangat mencolok antara kontraktor dengan swakelola adalah jumlah staf proyek. Staf proyek adalah tenaga kerja atau karyawan yang bekerja pada sebuah proyek yang mempunyai tugas berbeda-beda sesuai dengan posisi atau jabatannya. Pada artikel Struktur organisasi proyek sistem swakelola ini juga akan dibahas mengenai jobdesc masing-masing posisi, 

Jumlah staf proyek dari sistem swakelola biasanya lebih sedikit dibandingkan dengan kontraktor. Dari segi keuntungan proyek, sistem swakelola memang mendapatkan keuntungan proyek lebih sedikit dibanding dengan kontraktor. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan antara swakelola dengan kontraktor bisa baca artikel berikut ini. 


Sistem swakelola sangat cocok bagi anda yang baru saja lulus kuliah S1 teknik sipil karena di sini anda akan dilatih untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan proyek secara global. Walaupun posisi anda sebagai cost control, akan dapat belajar dan melihat ilmu-ilmu proyek secara utuh. Sehingga jika anda mendapatkan kesempatan untuk kerja di kontraktor yang lebih besar bisa menjadi bekal ilmu.Berikut adalah struktur organisasi proyek sistem swakelola. 

Struktur organisasi proyek swakelola
Berikut saya jelaskan satu per satu jobdesk dari struktur organisasi proyek di atas.

Project Manager
  1. Memimpin proyek secara keseluruhan
  2. Berkoordinasi dengan owner atau wakil owner mengenai masalah-masalah non teknis ataupun teknis.
  3. Project Manager tidak diwajibkan standby di proyek tiap saat.

Site Manager
  1. Harus standby di proyek tiap saat. 
  2. Bertanggung jawab terhadap seluruh permasalahan teknis di proyek
  3. Mengkoordinasi seluruh staf proyek di lapangan agar bekerja sesuai dengan jobdesknya
  4. Bertanggung jawab terhadap BMW (Biaya, Mutu dan Waktu)
  5. Membuat time schedule proyek yang dibantu oleh cost control proyek
  6. Mengatur dan membuat kebijakan metode pelaksanaan proyek.

Cost Control & Logistic
  1. Menghitung estimasi volume material struktur dan arsitektur secara keseluruhan.
  2. Mencari penawaran-penawaran harga terbaru dari supplier atau vendor
  3. Membuat RAP (rencana anggaran pelaksanaan)
  4. Membuat laporan mingguan berupa progress pekerjaan lapangan
  5. Membuat laporan bulanan berupa progress dan laporan keuangan.
  6. Mengadakan tender kepada supplier, subkon atau basborong.
  7. Bersama site manager melakukan negosiasi kepada supplier atau subkon
  8. Order material bahan ke supplier
  9. Menghitung Evaluasi Biaya pelaksanaan pekerjaan (EBPP).Dari EBPP dapat diketahui jumlah margin biaya yang sudah dikeluarkan. 
  10. Melakukan opname pekerjaan bassborong atau subkon

Pelaksana Struktur
  1. Mengarahkan dan mendampingi proses pelaksanaan pekerjaan struktur.
  2. Kontrol pekerjaan struktur baik bekisting, pembesian, dan pembetonan. 
  3. Menghitung progres lapangan untuk keperluan opname


Pelaksana Arsitek
  1. Mengarahkan dan mendampingi proses pelaksanaan pekerjaan finishing atau arsitektur.
  2. Kontrol pekerjaan arsitektur seperti dinding, openingan, keramik, dan sebagainya. 
  3. Menghitung progres lapangan untuk keperluan opname.


    Pelaksana MEP
    1. Mengarahkan dan mendampingi proses pelaksanaan pekerjaan MEP.
    2. Kontrol pekerjaan mekanikal elektrikal dan plumbing. 
    3. Menghitung progres lapangan untuk keperluan opname.
    4. Order bahan material MEP
    5. Membuat bidding penawar-penawar material MEP
    6. Melakukan opname pekerjaan MEP

    Surveyor
    1. Setting out bangunan 
    2. Marking level pinjaman
    3. Marking pekerjaan dinding
    4. Cek seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan level dan sipatan.
    Drafter
    1. Super impose antara gambar arsitek dan struktur
    2. Membuat shopdrawing gambar arsitek, struktur, dan MEP sebelum dimulai pekerjaan
    3. Melakukan perubahan gambar perencana apabila diperlukan
    4. Membuat asbuilt drawing ketika bangunan sudah dikerjakan

    Admin Keuangan
    1. Membuat laporan pajak tiap bulannya.
    2. Membuat laporan keuangan yang meliputi biaya pengeluaran dan pemasukan
    3. Menerima invoice atau tagihan dari supplier atau subkon
    4. Berhubungan dan berkoordinasi dengan akuntan dari owner dengan sepengetahuan cost conrol dan site manager.
    Gudang
    1. Menerima dan seleksi bahan material yang datang ke proyek.
    2. Melakukan pembukuan tentang barang yang masuk dan barang yang keluar.
    3. Selalu berkoordinasi dan persetujuan dari cost control
    Itulah Struktur organisasi proyek sistem swakelola beserta jobdesknya. Pada umumnya di proyek swakelola satu posisi bisa merangkap ke beberapa posisi karena mengejar efisiensi. Demikian artikel Struktur organisasi proyek sistem swakelola semoga bermanfaat. 

      Untuk Info Lebih lanjut silahkan gabung dengan grup facebook Ilmu Proyek & Info Harga


      Blog, Updated at: 8:25 PM

      Post a Comment

      Informasi Wisata