Informasi harga bahan bangunan terupdate bisa kunjungi www.harga-material.com Informasi Wisata bisa kunjungi www.carapiknik.com

dokumen-dokumen lelang pada proyek

dokumen-dokumen lelang pada proyek-- Pada kesempatan ini www.jasasipil.com akan membahas terkait jenis-jenis dokumen lelang konstruksi yang sering digunakan. Sebelum jauh ke pokok pembahasan, ada beberapa yang perlu dipahami terlebih dahulu antara lain terkait dengan definisi dari lelang atau tender. Lelang atau tender proyek adalah proses pemilihan atau pengadaan barang dan jasa di bidang konstruksi. Proses pemilihan ini dilakukan oleh tim Owner. Owner atau pemilik proyek bisa dari kalangan pemerintah dan swasta. Proyek-proyek pemerintah biasanya dari instansi-instansi pemerintahan atau kementrian antara lain Kementrian pekerjaan umum, kementrian perhubungan, dan sebagainya. Sedangkan proyek-proyek swasta biasanya berasal dari perusahaan-perusahaan swasta di Indonesia dan luar negeri. 

Ada perbedaan terkait dengan dokumen lelang yang ada di proyek pemerintah dengan proyek swasta. Pada artikel dokumen-dokumen lelang pada proyek ini akan dibahas apa saja dokumen yang harus disiapkan oleh Owner dan dokumen penawaran dari peserta lelang. 

Beberapa stakeholder yang terlibat dalam proses lelang ini antara lain Owner, Wakil owner, Konsultan perencana, Manajemen konstruksi, dan peserta lelang. 

Dokumen yang harus disiapkan Owner
Hal pertama yang dilakukan owner sebelum proses lelang adalah menunjuk konsultan perencana untuk mendesain bangunan yang akan dikerjakan. Konsultan tersebut akan menghasilkan beberapa dokumen penting yang digunakan untuk lelang proyek antara lain
  1. BoQ (Bill Of Quantity), adalah Daftar item pekerjaan dan volume pada proyek tersebut dari awal sampai akhir. BoQ ini hampir sama seperti RAB namun untuk kolom harga dikosongkan. Tujuan dari BOQ ini hanya untuk memberikan item pekerjaan dan perkiraan volume. 
  2. RKS (Rencana Kerja dan Syarat), adalah buku atau pedoman yang disusun oleh konsultan perencana yang berisi syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan baik dari mutu maupun rencana kerja. 
  3. Syarat Administrasi lelang, adalah pedoman yang berisi syarat-syarat untuk mengikuti lelang secara administrasi. Pada pedoman ini dijelaskan juga waktu pelaksanaan tender dan sistem tender yang digunakan. 
  4. Gambar Perencanaan (For Tender), adalah gambar-gambar bangunan yang digunakan sebagai pedoman peserta lelang untuk memberikan penawaran harga. 
  5. Definisi proyek, adalah gambaran umum tentang proyek yang akan dilelangkan. 
Itulah beberapa jenis dokumen lelang yang harus disiapkan oleh owner untuk proses tender. Pada dokumen tersebut harus sudah dijelaskan sistem kontrak kerja yang akan digunakan. (Baca juga : Mengenal jenis kontrak proyek)


Dokumen Penawaran Kontraktor
Setelah peserta lelang mendapatkan undangan lelang dari owner, dokumen-dokumen di atas harus dipelajari terlebih dahulu. Dalam membuat dokumen penawaran diperlukan kecepatan dan ketepatan karena biasanya panitia lelang hanya memberikan waktu beberapa hari saja untuk memasukkan dokumen penawaran ke owner. Dokumen-dokumen penawaran yang harus dibuat kontraktor antara lain.

1. Dokumen Prakualifikasi
Dokumen ini biasa digunakan untuk proyek-proyek bernilai besar seperti proyek pemerintahan, swasta terkenal, dan sebagainya. Dokumen ini berisi tentang 
  • dokumen legal misal SIUP dan akte perusahaan
  • Dokumen pajak misal NPWP, Pengukuhan NPWP dan bukti penyampaian pajak
  • Surat dan formulir isian yang disyaratkan owner antara lain pakta integritas, formulis isian penilaian kualifikasi, surat pernyataan minat, dan surat pernyataan kebenaran dokumen. 

2. Dokumen Administrasi
Dokumen administrasi yang perlu disiapkan oleh peserta lelang  berkaitan dengan proses administrasi. Isi dari dokumen tersebut antara lain:
  • Dokumen legal misal TDP, SIUP dan Akte perusahaan
  • Dokumen Bank misal referensi bank/jaminan bank
  • Dokumen pajak misal fotokopi NPWP, Pengukuhan NPWP dan bukti penyampaian pajak
  • Surat dan formulir-formulir isian misal surat penawaran, surat pernyataan kebenaran dokumen, surat pernyataan bukan PNS dan sebagainya.

3. Dokumen Teknis
Dokumen ini sangat penting karena terdapat beberapa hal teknis pekerjaan yang akan dilaksanakan apabila mendapatkan proyek tersebut. Isi dari dokumen teknis antara lain:
  • Metode pelaksanaan yang akan digunakan
  • Waktu pelaksanaan dan schedule 
  • Daftar personil inti proyek dan struktur organisasi proyek
  • Daftar peralatan yang akan digunakan (spesifikasi alat harus muncul)

4. Dokumen Penawaran Harga
Dokumen selanjutnya yang paling penting adalah penawaran harga. Penawaran harga ini mempunyai bobot paling tinggi sehingga jika dari harga memenuhi syarat kemungkinan bisa memenangkan tender proyek tersebut. Penawaran harga ini harus dihitung dengan teliti. Jika menggunakan sistem lumpsum fixed price maka volume pada gambar harus dihitung ulang lagi agar tidak terjadi perbedaan volume antara owner dengan peserta lelang. Harga penawaran sudah termasuk PPN 10%. 

Proses tender bisa membutuhkan waktu yang lama karena dari pihak owner sendiri mempunyai kriteria penilaian sendiri. Kontraktor yang dipilih pun harus memenuhi persyaratan semua. Menang atau kalah adalah hal yang wajar karena proses tender itu sangat dinamis. 

Proses lelang pada proyek swasta berbeda dengan pemerintah. Biasanya tender swasta tidak terlalu banyak syarat yang harus diminta. 

Demikian pembahasan tentang dokumen lelang pada proyek semoga bermanfaat. 

Untuk Info Lebih lanjut silahkan gabung dengan grup facebook Ilmu Proyek & Info Harga


Blog, Updated at: 8:45 AM

Post a Comment

Informasi Wisata