Informasi harga bahan bangunan terupdate bisa kunjungi www.harga-material.com Informasi Wisata bisa kunjungi www.carapiknik.com

kendala-kendala yang sering dihadapi di proyek gedung

kendala-kendala yang sering dihadapi di proyek gedung- Pada kesempatan ini saya akan berbagi pengalaman mengenai permasalahan-permasalahan yang terjadi di proyek gedung. Proyek gedung mempunyai permasalahan atau kendala yang berbeda dengan proyek sipil seperti jembatan, jalan dan sebagainya. Yang unik dari tema artikel kali ini adalah antar lokasi proyek mempunyai permasalahan yang berbeda walaupun sama-sama proyek gedung. Hampir semua proyek mempunyai permasalahan, entah masalah non teknis, teknis, maupun sosial. 

Kendala yang sering dihadapi proyek gedung lebih banyak ke masalah non teknis dan teknis. Berbeda dengan proyek jalan yang lebih banyak menghadapi masalah sosial. Namun tidak dipungkiri jika lokasi proyek gedung berada ditengah kota padat penduduk akan menimbulkan permasalahan sosial. Permasalahan akan timbul ketika pekerjaan-pekerjaan tertentu berlangsung seperti saat pengecoran, pengeboran sumur dalam, pekerjaan pasangan dinding, dan sebagainya. 

Permasalahan di proyek memang sudah biasa terjadi. Oleh karena itu kontraktor harus mempunyai kemampuan analisa permasalahan yang baik sehingga cepat terselesaikan. 

Pada artikel ini akan diambil contoh proyek yang berada di tengah perkotaan dengan padat penduduk di sekitarnya. Ada beberapa faktor penghambat yang menjadi kendala di proyek antara lain masalah teknis, non teknis, dan sosial. Berikut penjelasan satu persatu. 

1. Masalah Teknis
Masalah teknis ini sangat berpengaruh terhadap performa bangunan atau kualitas dari bangunan setelah jadi. di sini peran engineer sangat berpengaruh terutama untuk menyelesaikan masalah-masalah teknis seperti ini. Beberapa kendala teknis yang ada di proyek gedung antara lain
  1. Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan di lapangan seperti pada artikel sebelumnya Inilah 7 kesalahan umum yang terjadi di proyek gedung.  Penyebabnya adalah kurangnya pengawasan dalam proyek sehingga pekerja tidak mengutamakan kualitas dalam bekerja. Hal ini biasa terjadi mengingat beberapa pekerjaan banyak yang diborongkan sehingga para pekerja hanya mengutamakan kecepatan dalam bekerja. 
  2. Banyak desain gambar yang tidak sinkron antara gambar arsitektur, gambar struktur, dan gambar MEP. Pada artikel sebelumnya juga sudah dibahas Pentingnya superimpose sebelum memulai pekerjaan. Oleh karena itu pekerjaan pertama seorang drafter saat awal proyek adalah superimpose gambar. Hal ini untuk meminimalisir kesalahan gambar. Penyebabnya adalah kurangnya koordinasi antara perencana arsitek, perencana struktur dan perencana MEP. Sehingga saat gambar digabungkan tidak sinkron. 
  3. Gambar perencanaan yang tidak lengkap.  Sudah banyak kasus terjadi di beberapa proyek gedung yang gambar perencanaan tidak bisa dijadikan acuan untuk kerja di lapangan. Biasanya terjadi pada gambar arsitek, dengan spesifikasi-spesifikasi material yang kurang lengkap sehingga kontraktor harus berkoordinasi lagi dengan perencana arsitek. 
  4. Pemutusan merk dan spesifikasi material yang lambat oleh owner. Sehingga pekerjaan harus ditunda dulu. Oleh karena itu, kontraktor harus bisa mengclaim apabila ada keterlambatan disebabkan oleh owner. 
  5. Miskoordinasi antara pelaksana lapangan dengan teknik dibagian kantor. 
  6. Lahan yang sempit. Permasalahan lahan sempit ini sangat berpengaruh terhadap lokasi gudang. Apabila terpaksa lahan gudang tidak ada maka pelaksanaan proyek bisa dibagi dengan sistem 2 zona. Zona 1 dikerjakan dan Zona 2 sementara untuk gudang material struktur seperti besi dan kayu. 
  7. Terjadi perubahan desain yang mendadak oleh owner. 
  8. Mutu beton yang tidak masuk standar kualitas perencanaan yang mengakibatkan potensi gagal struktur. Sehingga harus ditangani dengan perbaikan beton. (Baca: Cara perbaikan beton pada kolom pelat dan balok)
2. Masalah Non-Teknis
Kendala-kendala yang terjadi di proyek sangat berpengaruh terhadap progres di lapangan sehingga semua masalah harus bisa diminimalisir termasuk masalah non teknis. Permasalahan non teknis ini berbeda dengan masalah teknis. Beberapa masalah non teknis antara lain
  1. Komplain warga sekitar akibat adanya pengeboran sumur dalam. Banyak sekali pengetahuan warga yang salah kaprah yaitu masih menganggap sumur dalam berpengaruh terhadap sumur dangkal. Faktanya sumur dalam berada di kedalaman lebih dari 70 m sehingga sudah jelas sumber air yang diambil berbeda dengan sumur dangkal milik warga. 
  2. Adanya pungutan liar yang dilakukan oleh oknum pejabat dan preman setiap kali ngecor dengan jumlah yang lumayan besar. 
  3. Terjadi delay armada ready mix yang mengakibatkan pengecoran lebih lama. 
  4. Ada beberapa operator concrete pump yang meminta pungutan liar diluar biaya sewa saat proses pengecoran. 
  5. Apabila di proyek perkotaan harus selalu mengurus surat ijin kendaraan berat masuk kota tiap bulannya. 
  6. Adanya permintaan sumbangan-sumbangan dengan mematok sejumlah uang tertentu. 
3. Masalah Sosial
Kendala-kendala lainnya yang sering terjadi di proyek gedung adalah masalah sosial apalagi proyek tersebut ditengah pemukiman padat penduduk. Cara menanganinya pun berbeda dengan masalah teknis. Penanganan masalah sosial lebih menggunakan cara pendekatan ke warga. Pada dasarnya warga tidak bisa dilawan dengan kekerasan karena kontraktor lah yang mempunyai kepentingan terbesar di proyek tersebut sehingga kontraktor harus lebih banyak mengalah. Berikut masalah sosial yang sering terjadi
  1. Genteng tetangga pecah akibat kejatuhan material. Walaupun keliling proyek sudah diberi jaring pengaman kadang masih ada material yang lolos. 
  2. Komplain tetangga akibat rumahnya terkena cipratan beton saat pengecoran di lantai atas. 
  3. Komplain warga akibat terlalu berisik pemotongan keramik saat malam hari
  4. Komplain warga akibat sampah dari atas gedung. Walaupun di dalam proyek sudah diberi tempat sampah dan mck, masih ada tukang yang sembarangan membuang sampah di rumah-rumah warga.
  5. Komplain warga akibat rumahnya tidak terkena cahaya matahari akibat tertutup oleh gedung
  6. dan sebagainya.
Kendala-kendala di atas masih wajar dialami di proyek karena masih bisa ditangani. Pada prinsipnya dalam menghadapi keluhan warga, harus diakomodir dengan baik karena jangan sampai proyek berhenti karena disabotase warga. 
Demikian sedikit artikel ini semoga bermanfaat. 


Blog, Updated at: 4:22 AM

Post a Comment

Informasi Wisata